Betapa takkan terlelahkannya diriku, olehnya…

Aufa: “Cance…cini main cama Aufa!”
Iwed: “Tante lagi masak, sayaang…Nanti masakannya gosong. Main sama nenek aja yah!”
Aufa: “Ngga mau…Nenek ga bica joged. Aufa mau nyanyi cama cance…”
Iwed: “Habis tante masak aja yah…Mau kan?”
Aufa: “Cance macak apa?”
Iwed: “Masak ayam goreng buat kamu…”
Aufa: “Aufa dak mau…”
Iwed: “Lho, kenapa sayang?”
Aufa: “Ntal kata bang cici kena plu buyung…Ntal Aufa bica punya cayap kaya ayam!”

Dan berderai lah tawa satu keluarga di salah satu rumah di daerah perumahan Sukapura itu…Betapa tak akan lelahnya aku saat berdekatan dengan bidadari kecil ini dan menghirup aroma baby oilnya dan tersibak geraian rambut ikalnya yang persis seperti boneka-boneka yang aku miliki saat umurku menginjak tiga..

[Photo was taken at Puncak, November 2006]

– g –


Advertisements

5 thoughts on “Betapa takkan terlelahkannya diriku, olehnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s