Nagabonar Jadi 2

Rating: ★★★★★
Category: Movies
Genre: Comedy
Setelah kemerdekaan, NAGABONAR (Deddy Mizwar) seorang diri berhasil membesarkan anaknya, BONAGA (Tora Sudiro) – buah hati hasil pernikahannya dengan KIRANA (almarhumah), yang kini sukses jadi pengusaha di Jakarta.

Sebagai anak, BONAGA memiliki persamaan watak dan karakter dengan Bapaknya: jujur, bertanggungjawab, dan juga sama-sama tak mampu menyatakan cinta pada wanita. Dengan jiwa kepemimpinannya, BONAGA – bersama POMO (Darius Sinathrya), RONNIE (Uli Herdinansyah), JAKI (Michael Muliadro) – mengelola bisnis yang strategis. BONAGA bersama tiga sahabatnya merupakan cermin anak muda modern: metroseksual, pintar, cerdas, dan dinamis.

Konflik utama film ini adalah saat BONAGA dan sahabat-sahabatnya ingin ‘menjual’ kebun kelapa sawit milik Bapaknya di kampung halamannya, Sumatra Utara, kepada investor dari Jepang untuk dijadikan sebuah resort. Tentu saja NAGABONAR sangat marah sebab di kebun itu terdapat tiga kuburan orang yang ‘selalu hidup’ di hati NAGABONAR: KIRANA – istrinya, MAK-nya, dan Si BUJANG – sahabatnya. “Apa kata dunia?”

MONITA (Wulan Guritno), konsultan bisnis BONAGA, yang cantik, mandiri, profesional, dan mencintai BONAGA, berusaha menjembatani konflik antara Bapak dengan anak itu.

Pertemuannya dengan UMAR (Lukman Sardi), anak seorang pejuang yang jadi sopir bajaj dan menjalani kehidupan sederhana, menjadi titik balik sikap NAGABONAR dalam melihat dunia dan kehidupan.
___________________________________________________________________________________________________________–

Maunya sih kasih bintang 11 deh buat film ini. Emosi gw bener-bener dikocok sama film ini. Ada satu scene yang mengharu biru dimana air mata gw udah diujung mata, tiba-tiba gara-gara celetukan ngaconya Nagabonar gw yang ada ngga jadi nangis tapi malah ngakak lagi!! Berlaku juga sebaliknya, pas lg asik2 ketawa tiba2 langsung adegan mengharukan. TOP banget deh ini film. Bisa jadi ada si ganteng Tora / Darius, ada si cantik Wulan Guritno, ada si lucu Indra Birowo / Ully..Tapi menurut gw, Deddy Mizwar tetep primadonanya di film ini. Love his acting sooo much!!Sumpah, LOE RUGI klo sampe kelewatan ni film!! Ngga nyesel gue sampe niatin cabut kuliah buat nonton film ini di sama bro Ardi dan temen-temennya di Setiabudi One, hehehe… Emang dasarnya lagi bosen banget ma rutinitas, ngabur & nonton Nagabonar emang refreshing banget!!
“Nomat”-time!!
Apr 9, 2007
Setiabudi One
Iwed, Ardi & friends

Line fave gw waktu Nagabonar ngedorong anaknya si Bonaga buat ngomong ke Monita…

Nagabonar: Sudah cepat sana kau ucapkan ‘selamat malam Monita’ atau ‘selamat tidur Monita’ atau apalah… terserah kau saja, ‘selamat idul fitri’ juga boleh!!

Mbuahahahahahaha!!!!!

Advertisements

24 thoughts on “Nagabonar Jadi 2

  1. Ngikut!! ;p

    Tapii…film ini nyimpen terlalu banyak propaganda terselubung sih menurut gw. Untungnya masih berbau2 nasionalisme (walaupun agak sedikit berlebihan), tp it's okhay lah 🙂

  2. huwahhh….jadi referensi film lokal mnatap yg baru nih,belum nonton sih,tapi udah kebayang gimana lucunya…”halaahhh bujang, sudah kubilang jangan bertempur,bertempur pulak kau, matilahh kauu….”
    latar/settingnya masih di sumatera utara gak?? kayaknya gak lagi lah ya,banyakan di jakarta mungkin??! 😉

  3. Yang paling keren sih omongan, “Apa kata dunia?!?!”

    Hehehe… Trademark banget ;p

    Syutingnya emg lebih banyak di Jakarta. Tapi kayanya ada juga deh yang di Medannya…Sedikit sih

  4. Yaa…banyak “misi” tersimpan di film ini. Banyak “sindiran” yang haluuus banget. Gimana ya jelasinnya? susah…Pokoknya coba tonton dulu, loe pasti ngerti maksud gw apa, berbau-bau politik deh, tapi “kemasannya” nasionalisme (Karna itu makanya gw bilang “halus”, krn emang Nagabonar kan nasionalis banget jadi ga kentara kalo ga diperhatiin banget)

  5. oow…hmmm kira2 sindiran ke kehidupan jaman sekarang dan keadaan negara kita kali ya?! oke, mantap…mantap.”Bujaaaaang,ayo kita berperang…!!!” Hooy…..mariam tomong dainang, sinapang masin…!” huehehehe :-))

  6. Iyah, kira2 gitu deh… Kaya waktu Nagabonar nya sampe manjat patung Jenderal Sudirman untuk coba nurunin tangannya Jend. Sudirman yang lagi hormat karena ngga rela patungnya Sudirman bergaya “hormat” gitu, dimana menurut dia seharusnya kita yang hormat sama Sudirman.

    Paling keren waktu dia marahin supir metro yang lagi ngetem ditengah jalan sampe bikin macet,
    Nagabonar: “Kau tau tak si Nagabonar? Tau kau?!?!”
    Supir metro: “Tau, emang kenapa? Udah mati kan?”
    Nagabonar: “AKU HANTUNYAA!!!!”

    Hihihihi….

  7. film yg bagus neh… g kecewa dan yakin g bkal ada yg kecewa deh…

    trus bagian yg “AKU HANTUNYA!!!!” pinter bgt euy.. menutup konversasi dan waktu penayangan yg g penting!! smart!!!

    asyik deh.. utk yg blm nntn… “arrgghh… suka-sukalah!!!”(medan kali!!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s