Sebenarnya bisu.



Tak kau tangkapkah bising nyaring mengerling di ujung daun telingamu

Saat terbiasa menyelam tenggelam dalam lautan hingar bingar sesumbar mu
Satu persatu mengerjap uap tersaring embun pagi lalu mengendap
Racauan itu terbuang sayang melenggang tak terhalang

Mengaduh bait-bait yang Ibu mu takkan ajarkan
Kerikil memang selalu menyebalkan, sayang…
Biarkan mereka menari serupa untaian layang-layang
Jangan kau paksa pendam
Mereka sudah diam

Raungan mu menggelegar di kesunyian
Waktu harus berkompromi saat kau terhilang akal
Semburat segala warna bergelinjangan di ujung indera mu
Sepenuh jiwa, sekosong raga

Entah beban macam apa yang mendadani bawah sadar mu
Begitu mencekamnya aku tidak bisa melukis mu
Kelakar itu akan lekang oleh waktu
Naiklah dari bawah sadarmu

Lawan kebisuan mu
Kelakar itu akan lekang oleh waktu

G.

Pic: Iwed

2 thoughts on “Sebenarnya bisu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s